Safari Bakti Sosial OBI Medan

OBI (Obor Berkat Indonesia)Medan merangkum safari perjalanan tim medisnya di beberapa wilayah di Sumatera Utara (13-21 Juli 2007). Bekerjasama dengan FGBMFI (Full Gospel Bussines Men Fellowship International) dan KMP Ferry Tao Toba Samosir, tim medis OBI melayani masyarakat di dua tempat di Porsea (Amborgang dan Silamosik), tiga tempat di Samosir (Nainggolan, Lontung dan Ajibata) serta desa Besitang di Langkat.

Image Khususnya wilayah Samosir, kami temukan ada begitu banyak masyarakat yang hidupnya jauh dari kesadaran akan hidup sehat. Jauhnya letak puskesmas dari pemukiman penduduk menjadi alasan kuat mengapa masyarakat menjadi kurang akrab dengan pelayanan medis.

Di Nainggolan misalnya, kami temukan seorang ibu (Kornelia Lumbantungkup, 70 thn) penderita tumor di hidung yang mengaku tidak pernah tahu, penyakit apa yang ia derita selama ini. Ironisnya, setiap bulan ia harus mengumpulkan uang sejumlah Rp.50.000 agar bisa ke puskesmas untuk membersihkan luka di hidungnya. Selain membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan uang agar bisa ke dokter, wanita tua ini masih harus menempuh jarak yang cukup jauh (sekitar 4 km) dengan berjalan kaki menuju puskesmas.

Kasus lain kami temukan di Lontung. Seorang wanita (Herma, 30 thn) penderita kaki gajah. Kepada kami ia mengaku tidak pernah memeriksakan penyakitnya ke dokter karena persoalan biaya. Akhirnya ia pasrah pada keputusan orangtuanya untuk berobat ke dukun kampung, namun sepuluh tahun sudah dan penyakitnya tidak kunjung sembuh. Dalam keharuannya ia sempat berkata, “tidak seorangpun pernah menyentuh dan membersihkan kaki saya, selain tim medis OBI. Yang saya tahu, semua orang menjauhi saya karena penyakit ini. Tapi, bapak dokter mau membersihkannya. Saya sudah sangat bahagia dan berterimakasih”

Safari perjalan ini kembali mengingatkan kami bahwa ada begitu banyak orang yang hidupnya haus akan perhatian dari sesamanya. Kelompok masyarakat ini kami temukan di beberapa wilayah di Sumatera Utara. Sebuah pertanyaan mengusik hati ini, seandainya kita datang sejak awal, mungkin penyakit yang mereka derita tidak separah saat ini. Namun kami belajar, bahwa selalu ada waktu yang terbaik untuk melakukan yang terbaik bagi sesama.

Di Sumatera utara, OBI telah memulainya. Sejumlah 1582 masyarakat telah menerima pengobatan dan kepedulian kita. Kami menyadari bahwa kami tidak bisa berjalan sendirian. Lewat program medis, OBI Medan mengajak anda untuk menciptakan sebuah perubahan bagi masyarakat Sumatera Utara. (sumber: obi.or.id)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: