Kenali Dirimu

ADA beberapa kekuatiran pada generasi muda Batak belakangan ini , salah satunya ialah ketidaktahuannya mengenai ‘tarombo’ dirinya sendiri, dan sebagian lagi tidak mengerti tentang ‘partuturan’. Hal ini cukup menguatirkan dan menggemaskan pasalnya bagaimana seorang Batak tidak tahu mengenai silsilahnya sendiri. Apakah hal ini dikarenakan orang tua Batak jaman sekarang ini sudah malas mengajarkannya, ataukah menganggap tarombo tidaklah diperlukan lagi pada jaman globalisasi ini?.

Suatu hari si Poltak bertemu dengan si Michael di sebuah perbincangan, Michael yang sepintas mendengar logat Batak Poltak sudah dapat menerka bahwa Poltak pasti orang Batak(!weks, namanya saja sudah Poltak!) mana mungkin dia orang dari Maluku. Dengan memberanikan diri dan karena senang bertemu dengan teman satu Sukunya maka Michael bertanya kepada Poltak.

Horas lae! sambil berjabat tangan dengan Poltak, “lae Poltak ini marga apa”? tanya Michael.

Poltak sempat terkejut dan langsung menjawab, “Horas juga lae, aku marga Nainggolan lae. Memang lae orang batak yah”? ujar Poltak.

Sambil tertawa Michael menjawab pertanyaan Poltak, “iya, lae Poltak! aku juga marga Nainggolan lae”, jawab Michael dengan percaya diri.

Tiba-tiba Poltak mengernyitkan dahinya lalu berkata, “apa pula ampara ini, kenapa panggil aku lae, bukan panggil lae-tapi ampara(baca:appara)”, kata Poltak.

Giliran Michael yang bingung dan tertawa, “memang ampara itu apa artinya”? tanya Michael ingin tahu.

Poltak pun ikut tertawa mendengar pertanyaan si Michael, “amang tahe, ampara ini! jadi kau tidak tahu arti ampara”? ujar Poltak sambil menggaruk kepalanya.

“Nggak, aku tidak tahu arti ampara”, jawab Michael singkat, ingin tahu.

Sambil menyalakan rokoknya Poltak mencoba menjelaskan kepada si Michael, “Kalau kau berjumpa dengan orang lain yang satu marga, sebelum tahu detailnya kau bisa panggil ampara, jadi kau Nainggolan apa ampara dan nomor berapa”? selidik Poltak ingin tahu.

“Hehehehehe, aku pun lupa ampara. Nainggolan apa yah?. waktu itu pernah dikasih tahu bapak tapi aku lupa, bah”, jawab Michael sambil menepuk dahinya.

“Udah gawat kita, ampara! macam mana pulak kau lupa margamu sendiri”, kata Poltak tidak habis pikir. Akhirnya mereka pun melanjutkan pembicaraannya sambil martarombo dan minum kopi di cafe dekat situ.

Mungkin kita pernah menjumpai hal seperti diatas dan mengapa si Michael ini tidak tahu silsilahnya kita pun tidak tahu, apakah orangtuanya tidak mengajarkannya dengan baik atau si Michael ini yang cuek dan tidak perduli dengan silsilahnya. Hal seperti ini mudah-mudahan tidak terjadi lagi kepada kita generasi Batak abad 21 ini.

Kenali Dirimu!

(nama dan marga hanya rekaan belaka. by.kairo)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: